Khamis, 7 Februari 2013

PENDIDIKAN AGAMA ISLAM


                                  KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb.,
puji syukur kita panjatkan kehadirat  Allah SWT. Tiada daya dan kekuatan dalam menyelesaikan tugas akhir ini kecuali dari Dia yang Maha Kuasa. Sehingga makalah ini dapat kami susun  dan diselesaikan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam makalah ini sa akan dibahas tentang “ Pendidikan sebagai disiplin ilmu Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas perkuliahan Pengantar Pendidikan. Dalam proses pendalaman materi Pengantar Pendidikan ini tentunya saya harapkan bimbingan, arahan , koreksi, dan saran sebagai bahan pertimbangan untuk penyempuranaan makalah ini yang jauh dari kesempurnaan.Demikian makalah ini kami buat  mudah-mudahan bermanfaat dan menunjang bagimata kuliah Pengantar Pedidikan pada khususnya dan mata kuliah lain pada umumnya.


                                                                                           Makassar, September 2012


                                                                                                   Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
     Pendahuluan………………………………………………………………..
BAB II
      Pembahasan
a.     Pengertian Pendidikan Islam………………………………….
b.    Hakikat Pendidikan Islam……………………………………..
c.      Hakikat Pendidikan Islam Sebagai Disiplin Ilmu…………....
d.    Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam Sebagai Disiplin Ilmu…....
BAB III
a.      Kesimpulan…………………………………………………….
b.    Saran……………………………………………………………
 DAFTAR   PUSTAKA    





BAB I
PENDAHULUAN

            Islam adalah agama yang telah disempurnakan oleh Allah SWT diturunkan kepada nabi Muhammad saw untuk disebarkan kepada seluruh umat manusia. Islam suatu agama yang mencakup semua aspek kehidupan manusia dan alam semesta, baik dalam ekonomi,, pembangunan dsb. Segala aturan-aturan mengenai kehidupan manusia telah tercantum dalam Al-Quran dan hadist.
           Pada masa sekarang, masa dimana globalisasai tidak bisa dihindari, akantetapi adanya perkembangan zaman itulah yang harus diterima dengan caramemfilter apa yang seharusnya dipilih untuk maslahah bersama.Belakangan ini banyak ditemukan pendidikan yang bobrok, realita ini banyak ditemukan di wilayah kota-kota besar. Memang dalam keilmuan nonagama bisa dikatakan unggul, akan tetapi nilai spiritual yang ada sangatlah tidak cocok bila dikatakan sebagai seorang muslim.Pendidikan Islam adalah salah satu cara untuk merubah pola hidupmereka. Tetapi yang menjadi pertanyaan adalah pendidikan Islam itu seperti apa.Akankah pendidikan merupakan jalan keluar dari permasalahan ini.Melihat kenyataan bahwa Pendidikan Islam merupakan disiplin ilmu,maka asumsi bahwa pendidikan Islam dapat merubah hal itu bukanlah hal yangmustahil dilakukan. Tetapi yang menjadi pertanyaan lagi adalah mengapa pendididkan Islam sebagai disipin ilmu. Mungkin pertanyaan-pertanyaan ini akanddijelaskan dalam makalah ini.




BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Pendidikan Islam

             Dari berbagai literatur terdapat berbagi macam pengertian pendidikanIslam. Menurut Athiyah Al-Abrasy, pendidikan Islam adalah mempersiapkanmanusia supaya hidup dengan sempurna dan bahagia, mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya, pola pikirnya teratur dengan rapi, perasaannya halus, profesiaonal dalam bekerja dan manis tutur sapanya. SedangAhmad D. Marimba memberikan pengertian bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan hukum-hukum islam menuju kepadaterbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran Islam.Sedangkan menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas, pendidikan adalahsuatu proses penamaan sesuatu ke dalam diri manusia mengacu kepada metode dan sistem penamaan secara bertahap, dan kepada manusia penerima proses dankandungan pendidikan tersebut.
             Dari definisi dan pengertian itu ada tiga unsur yang membentuk  pendidikan yaitu adanya proses, kandungan, dan penerima. Kemudian disimpulkan lebih lanjut yaitu " sesuatu yang secara bertahap ditanamkan kedalam diri manusia".Jadi definisi pendidikan Islam adalah, pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan ke dalam diri manusia, tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan tempat Tuhan yang tepat didalam tatanan wujud dan kepribadian. Jadi pendidikan ini hanyalah untuk manusia saja.

B.Hakikat Pendidikan Islam
              Proses pendidikan sebenarnya telah berlangsung lama, yaitu sepanjang sejarah manusia itu sendiri, dan seiring pula dengan perkembangan sosial budayanya. Secara umum memang aktivitas pendidikan sudah ada sejak manusia diciptakan.  .Menurut pandangan Islam, pendidikan sebagai suatu proses yang berawal dari saat Allah sebagai Rabb al-Alamin menciptakan alam ini. Selanjutnya tugas-tugas kependidikan itu dilimpahkan kepada Para Nabi dan Rasul untuk mendidik manusia di muka bumi.. pendidikan, padahakikatnya merujuk kepada Allah sebagi Murabby sekalian alam.
Sebagai landasan pemikiran berikutnya dalam pendidikan Islamdapat dirujuk dari kata ta’dib. Sebagai unsur rujukan dari kata ta’dib adalah haditsyang merupakan pernyataan Rasul Allah SAW.:
 “Aku dididik oleh Tuhanku maka Ia memberikanku sebaik-baik  pendidikan”

C.Hakikat Pendidikan Islam Sebagai Disiplin Ilmu
              Ilmu  pendidikan Islam telah memenuhi persyaratan-persyaratan pokok sebagai suatu ilmu pengetahuan yang berdiri sendiri.Untuk lebih menegaskan lagi bahwa ilmu pendidikan Islam termasuk dalam disiplin ilmu, agaknya kita melihat syarat tambahan dalam ilmu pengetahuan,yaitu:
1.      suatu ilmu pengetahuan harus mempunyai dinamika, artinya                ilmupengetahuanharus senantiasa tumbuh dan berkembang untuk mencapai kesempurnaan diri.
2.      suatu ilmu pengetahuan harus praktis, artinya ilmu pengetahuan harus bergunaatau dapat dipraktekkan untuk kehidupan sehari-hari.
3.      suatu ilmu pengetahuan harus diabdikan untuk kesejahteraan umat manusiaIlmu pendidikan Islam dari tahun ke tahun mengalami pertumbuhan yangsangat cepat, dikarenakan kalau ilmu pendidikan islam itu stagnan, maka tidak akan bisa menjangkau kepada era yang semakin modern, di mana pengetahuanIslam sangatlah sibutuhkan dan sangat urgen sekali.Adanya pendidikan tidak hanya untuk sekali pakai, tetapi harus diterapkandan diamalkan. Dan juga ilmu pendidikan Islam, membawa peserta didik kepadatujuan yang lebih baik, maka tidaklah benar kalau ilmu ini membawa kehancurankepada umat manusia.





D. Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam Sebagai Disiplin Ilmu


            Sebagai disiplin ilmu, pendidikan islam bertugas pokok mengilmiahkan wawasan atau pandangan tentang kependidikan yang terdapat di dalam sumber-sumber pokoknya dengan bantuan dari pendapat para sahabat dan ulama/ilmuwan muslim.
            Dunia ilmu pengetahuan yang akademik telah menetapkan norma-norma, syarat-syarat dan criteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu ilmu yang ilmiah. Persyaratan keilmuwan yang ditetapkan itu nampak terlihat sekuler, dalam arti bahwa mengilmiahkan suatu pandangan/konsep dalam banyak seginya, yang melibatkan nilai-nilai ke-Tuhanan dipandang tidak rasional, tapi metafisik dan tidak dapat dijadikan dasar pemikiran sistematis dan logis. Nilai-nilai ke-Tuhanan berada di atas nilai keilmiahan dari ilmu pengetahuan. Agama adalah bukan ilmu pengetahuan.
            Sebagai suatu disiplin ilmu, pendidikan islam merupakan sekumpulan ide-ide dan konsep-konsep intelektual yang tersusun dan diperkuat melalui pengalaman dan pengetahuan. Jadi mengalami dan mengetahui merupakan pengokoh awal dari konseptualisasi itu. Untuk itu Adam diajar nama-nama benda terlebih dahulu sebagai dasar konseptual bagi pembentukan ilmu pengetahuan.
            Dengan demikian maka ilmu pendidikan islam dapat dibedakan antara ilmu pendidikan teoritis dan ilmu pendidikan praktis.
            Ada tiga komponen dasar yang harus dibahas dalam teori pendidikan islam yang pada gilirannya dapat dibuktikan validitasnya dalam operasionalisasi. Tiga komponen dasar itu ialah:
1)  Tujuan pendidikan islam harus dirumuskan dan ditetapkan secara jelas dan sama bagi seluruh umat islam sehingga bersifat universal. Tujuan pendidikan islam adalah azasi karena ia sebegitu jauh menentukan corak metode dan materi pendidikan islam.
Tujuan pendidikan islam yang universal itu telah dirumuskan dalam Seminar pendidikan Islam se-Dunia di Islamabad pada tahun 1980 yang disepakati oleh seluruh ulama ahli pendidikan islam dari Negara-negara islam.
2)  Metode pendidikan islam yang kita ciptakan harus berfungsi secara efektif dalam proses pencapaian tujuan pendidikan islam itu.
3)    Irama gerak yang harmonis antara metode dan tujuan pendidikan dalam proses akan mengalami vakum bila tanpa kehadiran nilai atau idea. Konsepsi Al-Quran tentang ilmu pengetahuan, tidak membeda-bedakan antara ilmu pengetahuan agama dan umum. Kedua jenis ilmu pengetahuan itu merupakan kesatuan yang tidak dapat dipisah-pisahkan, karena semua itu adalah merupakan manifestasi dari  ilmu pengetahuan yang satu yaitu ilmu pengetahuan Allah. Oleh karena itu dalam islam tidak dikenal adanya ilmu pengetahuan yang religious dan non-religius (sekuler).
Pendidikan islam sebagai disiplin ilmu telah mempunyai modal dasar yang potensial untuk dikembangkan sehingga mampu berperan dijantung masyarakat dinamis masa kini dan mendatang. Pendidikan islam saat ini masih berada pada garis marjinal masyarakat, belum memegang peran serta dalam proses pembudayaan umat manusia dalam arti sepenuhnya. Untuk itu ilmu pendidikan islam yang menjadi pedoman opersionalisasi pendidikan islam perlu dikembangkan sesuai dengan  persyaratan yang ditetapkan dalam dunia akademik yaitu:
1)    Memiliki objek pembahasan yang jelas dan khas pendidikan islami meskipun memerlukan ilmu penunjang dari yang non-Islami.
2)    Mempunyai wawasan, pandangan, asumsi, hipotesa, serta teori dalam lingkup kependidikan islami yang bersumberkan ajaran islam.
3)    Memiliki metode analisis yang relevan dengan kebutuhan perkembangan ilmu pendidikan yang berdasarkan islam, beserta sistem pendekatan yang seirama dengan cocok keislaman sebagai kultur dan revilasi.
4)    Memiliki struktur keilmuan yang sistematis mengandung totalitas yang tersusun dari komponen-komponen yang saling mengembangkan satu sama lain yang menunjukkan kemandiriannya sebagai ilmu yang bulat.

Oleh karena suatu ilmu yang ilmiah harus bertumpu pada adanya teori-teori, maka teori-teori pendidikan islam juga harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:
1)    Teori harus menetapkan adanya hubungan antara fakta yang ada.
2)    Teori harus mengembangkan sistem klasifikasi dan struktur dari konsep-konsep.
3)    Teori harus dapat mengikhtisarkan berbagai fakta.
4)    Teori harus dapat meramalkan fakta atau kejadian-kejadi



BAB III

A.Kesimpulan

          Dari pembahasan diatas, dapat di tarik kesimpulan antara ilmu pendidikan,ilmu pengetahua,dan agama.terdapat hubungan yang sangat berkaitan. Orang yang melakukan ilmu pendidikan yang disebut sebagai “pendidik” akan sangat memerlukan ilmu pengetahuan di mana ia melakukan proses pendidikan, ia akan memerlukan :
1.      Pengetahuan tentang dirinya sebagai pendidik terdapat ilmu pengetahuan yang akan dididikan kepada peserta didik
2.       Pengetahuan tentang tujuan dari pada ia melakuakn pendidikan itu sendiri
3.       Pengetahuan tentang bagaimana kondisi peserta didiknya
4.       Pengetahuan tentang metode mendidik itu sendiri.dan  dengan kerja keras yang kuat dan amalan agama yang baik maka akan memudahkan untuk mencapai tujuan yang di inginkannya.

B. Saran
PenulIs mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk lebihmenyempurnakan isi makalah ini, dengan menambahkan materi dari sumber lain. Karena penulis merasa masih ada kekurangan dalam makalah ini.