UNGKAPAN HATI SANG REPORTER CINTA
Sebuah kisah dalam dunia maya....
“ facebook”..yach awal mula perkenalanQ
dengannya,, hanya dengan sebuah status yang terupdate kemuadian dilanjut dengan
beberarapa komentar mengawali keakraban diantara kami.,, saat itu kuliahQ telah mencapai semester 8, saat-saat
dimana aq sibuk menyusun proposal penelitianq untuk segera menyelesaikan
kuliahq di kota metropolitan yang begitu jauh dari tempat lahirq, terpisah
dengan sanak keluargaq, untuk meraih
gelar sarjana....
Seperti biasa hobbyq yg tdk pernah beubah,
tak tdr hingga pagi, yach ..hidup seperti kelelawar, itulah sebutan dari
teman2, tapi waktu itu tdk terasa, sambil menyelesaikan proposalq, juga
ditemani dengan teman2 facebook ,,sampai suatu malam aq chating bersama seseorang
yang belum pernah aq kenal sebelumnya, dia adalah seorang foto grafer, namun
dia adalah org yg tak punya kebiasaan untuk begadang, tapi entah kenapa malam
itu waktu tdk terasa hingga waktu shalat subuh telah tiba, pada hal sebelumnya
dia tdk pernah melakukan hal itu, sekalipun pekerjaan yang dia tekuni menuntutnya
untuk selalu bekerja malam, tapi karena faktor terlalu dimanja oleh orang
tuanya sehingga hidupnya harus peruh dengan aturan, bahkan dia mengaku bahwa
kuliahnya tak ada yang beres karena tak sesuai dengan keinginan hatinya, dan
mesti mengikuti kehendak orang tuanya.
Percakapan kami terasa nyambung, ada rasa
kagum yang dia lontarkan disetiap tulisan yang kukirimkan untuknya melalui
pesan-pesan difacebook, baginya aq
adalah sosok seseorang yang bersifat dan berfikir dewasa dalam menanggapi
segala hal, begitupun bagiq dia adalah org yang mampu memberikan motivasi,
sehingga berawal dari malam itulah berlanjut kemalam selanjutnya percakapan
kami berlanjut walaupun hanya melalui pesan-pesan difacebook, bahkan dengan
jujurnya dia mengatakan kepadaq, bahwa dia membutuhkan aq menjadi”
inspiratornya “, yach sedikit kaget tapi senang juga mendengar kata-kata itu,
wlaupun dalam setiap perkataan yang q ucapkan padanya selalu merendahkan
diri,...
Suatu ketika malam itu hampir jam 2 malam
dia sedang kebingungan mencari handponenya,
entah lupa atau sengaja, tapi disaat itu dia memintaq untuk
menghubunginya untuk tahu dimana posisi hpnya dia letakkan, ..tak lama kemudian nmr hp miliknya telah dia tulis
dalam pesan chat, lalu dengan segerapun aq menghubungi nmr tersebut, ...dan dan
ternyata hp itu disimpannya dalam laci,..tiba2 dia bertanya kepadaq..nmr yang
tadi nmr kamu yach..?? lalu aq menjawabnya,, iyha..kenapa..??,, sambil tersenyum diapun meminta izin agar nmr
hp milikq bisa dia save, begitupun sebaliknya..
Beberapa jam kemudian dia teringat ternyata
ada aplikasi video call yang bisa digunakan untuk bisa bertatapan langsung,
tapi karena jaringan ditempatq yang kurang mendukung sehingga lagi2 tak bisa digunakan,
tapi dengan rasa kaget dan tak percaya membaca pesannya dia memujiq,dengan
mengatakan “ kamu manis de’tapi jangan tertidur terus klo didepan
laptop”..ternyata walaupun sebentar dia sempat melihat wajahq dilayar cam,
video call, namun tetap dengan ungkapan seperti biasa aq selalu merendahkan
diriq, dan dibalasnya dengan ucapan tak ada pencuri yang mau mengaku”...aq
hanya tersenyum membaca pesan itu dan tak q tanggapi lagi..
Tidak lama kemudia suara hpq berdering,
yang tampil nmr tak kukenal, dan suara yang asing yang belum pernah q dengar,
dengan sopan aq bertanya mf dengan siapa yach..?? dan dengan bercanda dia
menjawab baru beberapa menit tak membaca pesanq sudah lupa...” perbincangan
diantara kamipun semakin akrab...
Saat itu jadwal untuk KKNq sudah dekat..
dia slalu memintaq agar aq bisa ditempatkan didesanya.. bahkan dengan jujur dia
mengatakan kepadaq dia ingin dekat denganq, dan slalu ada untukq, ...jujur aq
bahagia mendengar ucapannya, karena aqpun menginginkan hal yang sama, tapi saat
itu aq hanya menjawab bahwa semua tergantung dari fakultas tanpa memberikan
harapan yang besar untuknya, ...
“
waktu pelaksanaan maulid Nabi Muhammad SAW hampir tiba, dimesjid dekat
rumah tempat tinggalnya, ..kebetulan dia adalah panitia pelaksana, itu artinya
dia harus menyiapkan segala
persiapannya, seperti spanduk,.. malam itu dia akan membuat spanduk,
hanya saja dia bingung dengan tema apa yang akan dia tulis dalam spandul itu,,
diapun bertanya kepadaq tema yang cocok untuk kegiatan maulidnya,,?? Entah kenapa
disetiap yang dia lakukan dia slalu bertanya kepadaq,karena baginya setiap
pemikirannya tercipta dari seorang inspiratornya yang tdk lain adalah aku....
Namun, dengan tiba2 dia tidak lagi eksis di
facebook, jujur hati ini merasa kehilangan tiap kali tak melihatnya lagi, diri
ini seakan bertanya2 ada apa dengan dirinya sehingga tiba2 menghilang begitu
saja,..sekitar 2 hari berjalan, tiba2 inboxnya masuk di pesanQ,, bahagia
rasanya melihatnya kembali..” tanpa berfikir lagi akupun langsung bertanya, “
kenapa dalam 2 hari ini dirinya tak kelihatan..?? dan dijawabnya bahwa ternyata
latopnya disita oleh orang tuanya karena terlalu sering begadang, pada hal
kesehatannya kurang mendukung buat dirinya selalu begadang, apalagi jika
dilakukan setiap malam..” kadang kala aku merasa bersalah, karena bagaimanapun
kebiasaan begadangny muncul sejak dia mengenalq,, tapi jika ku sampaikan
padanya, dia tak pernah menyalahkanq karena itu atas keinginan hatinya
sendiri...
Pada suatu malam dia memperkenalkan aq
dengan sebuah aplikasi dimana bisa chat dan bertatapan langsung, mulanya aq
ragu untuk menggunakannya, karena menurutnya aplikasi ini cenderung pada dunia
mesum sementara aq adalah calon sarjana agama, namun dengan semua penjelasannya
bahwa semua bisa kita hundari dengan tdk menggunakan dengan se2org yang tdk
kita kenal maka hal ini tdk akan berbahaya, ..saat itulah kami mulai percakapan
kami melalui video chat, lewat itu juga
dia memperlihatkan padaq beberapa hasil karyanya, ..dia orng yang cerdas dan
itulah membuatq kagum padanya....
Sampai suatu ketika kami bercerita tentang
pengalaman hidup kami, namun sebelumnya dia sempat membaca status diprofil
facebookq yang berstatus masih lajang,,, dengan santainya aq menjawab bahwa..”
masih terlalu besar jumlah perempuan di dunia ini jika dibandingkan dengan
jumlah laki2, jadi hal yang sangat wajar ketika org seperti aq masih lajang,
bahkan org yang cantiknya luar biasa saja mungkin masih ada yg jomblo apalagi
diriq yang tdk ada apa2nya dan jauh dari kesempurnaan, ...dan lagi2 dia kagum
dengan kata2q yang baru saja aq lontarkan padanya...”,, lalu dia melanjutkan
ceritanya, dia tdk ada keinginan untuk
mengenal dunia pacaran,..baginya pacaran itu menyakitkan, dia hanya menginginkan
ta’aruf dalam kehidupannya, sementara sepengetahuanq ta’aruf yang kita kenal
dalam islam punya batas waktu 3 bulan, tapi baginya ta’ruf tdk mempunyai batas
waktu,, disitulah berbedaan pemahaman diantara kami..
tdk
lama kemudian dia menceritakan sebuah kisah hidupnya yang cukup menyedihkan
bagiq, dan baginya adalah pangalaman buruk yang menyebabkan dirinya hingga saat
itu tak mau mengenal cinta...” dengan tenang aq meresapi di setiap ceritanya...
Dulu, dia pernah mempunyai seorang kekasih yang
begitu dia sayangi, bahkan suatu ketika mereka memutuskan untuk melangkah lebih
jauh, dan meresmikan hubungan mereka melalui pernikahan , namun takdir berkata
lain, wanita yang begitu dia cintai
memilih menikah dengan dengan laki-laki lain, yach....sangan memilukan..tapi
itulah takdir tuhan yang sungguh tdk kita ketahui, ...sehingga hingga detik itu
dia tak lagi ingin jatuh cinta kepada seseorang, mungkin ada rasa trauma dalam
dirinya setelah mengalami hal itu,,, sejenak aQ terdiam mendengan
ucapannya..tak lama kemudian pesan selanjutnya masuk...” kok diam...aq hanya
menjawabnya dengan jawaban singkat, “ bingung mau jawab apa...lalu dengan
balasan dia mengatakan “ kirain ada solusi..sejenak aq berfikir...q kirimkan
sebuah kata motivasi untuknya bahwa “ setiap kali Allah mengambil sesuatu dari
kita maka sungguh iyha telah mempersiapkan yang lebih indah dari apa yang kita
miliki sebelumnya...”,, dengan semangatnya iyha lalu berkata kepadaQ,,, makasih
kata2nya ku update dulu yach dalam diaryQ,, dengan senang hati aqpun mengatakan
iyha...
Lagi dan lagi waktu malam tak terasa hingga
waktu shalat subuh tdk lama lagi, lalu aqpun mengingatkannya untuk segera
beristrahat, takutnya ditegur lagi sama ibunya, tapi jawabannya lagi2
jawabannya mata tak bisa terpejam, kemudia aq teringat pada ucapan seseorang
kepadaq klo mau tidur pusatkan pada satu pikiran, ...dan itupun yg aku katakan
padanya, ..lalu dengan spontan dia menjawab bagaimana klo pikiranq terpusat
kepada ade’...dengan sedikit ragu aq menjawab silahkan saja selama hal itu tdk
mengganggu, ...lalu dikirim pesan terakhir sebelum dia tertidur ..” Entah
kenapa aq takut kehilangan ade’ terasa setiap saat aku ingin selalu melihatmu,
rasa rindu itu slalu muncul setiap kali aq tdk berhadapan dengan layar facebook
atau video chat apakah ini perasaan sesaat atau apa?? “lalu menghilang dari parcakapan facebook..entah
malu dengan ucapannya atau kenapa??” aq hanya tersenyum membaca pesan itu lalu
menjawabnya dengan singkat bahwa itu hanya persaan kagum saja...
Hingga pada suatu malam bertepatan pada
tanggal 14 february yang biasa disebut hari valentine. seperti biasanya dia
mengajakku kembali bertemu bertemu dilayar video chat, ..lalu aku bertanya
memang ga’ takut yach kena teguran lagi dari ibunya?? Katanya ibunya pada saat
itu lagi keluar kota, dia hanya tinggal bersama ayahnya, tapi baginya
ayahnya”..” klo ayah sich gampang bisa diajak kompromi” ucapnya kepadaq...”
lalu kulanjutkan lagi pertanyaanku..” kenapa hari valentine gini kok malah
tinggal dirumah,..?? ,,sebenarnya teman2 ngajak ke pantai Bira,, tapi berhubung
lagi tak punya pasangan jadi mending tinggal dirumah bersama ayah”..jawabnya
kepadaku..
Lalu kuberikan ucapan ucapan valentine
untuknya “ selamat hari valentine kakakq moga cepat dapat pasangan yach..” lalu
dibalasnya dengan ucapan valentine pula untukq “ selamat hari valentine juga
adeq sayang, separuh aq dirimu”..lalu kamipun menghiang dari layar, menuju
tempat peristrahatan kami masing-masing...
Malam selanjutnya tiba2 dia melontarkan sebuah pertanyaan “ apa perlu
kita mengungkapkan ketika kita punya perasaan kepada seseorang ???, lalu
kujawab “ yach semestinya seperti itu, karena jangan sampai ketika kita hanya
menyimpan dalam hati justru penyesalan akan datang belakangan ketika orang yang
kita cintai telah dimiliki orang lain”..lalu dilanjut dengan sebuah pertanyaan
“ lalu bagaimana cara mengungkapkannya”..?? dan q teruskan dengan jawaban,,,”
jawab dengan berbicara dengan hati, dan katakan apa yang yang ada dihati kakak”,
...tdk lama kemudia dia mengucapkan perasaannya kepadaq, tapi dengan tenang
aqpun bertanya ini hanya ajang latihankan?? “ dia hanya tersenyum..dan tak
berkata apa2 lagi...
Beberapa menit kemudian dia lalu mengatakan
aq punya sesuatu yang mau dia tunjukka kepadaq , ..dengan rasa penasaran aq
menunggunya,, awalnya dia terasa malu dan kaku melakukannya, tetapi dengan
berani dia mngungkapkan perasaannya padaq melalui gerakan tangannya, dilayar
video call, I love you....” separuh aku dirimu” entah percaya atau tdk yang
pasti, saat itu perasaanq seakan tak menentu, semua terasa seperti sebuah cerita...,
dengan pelan aq menjawab makasih..” dan dia lanjut mengatakan bahwa itulah
ungkapan hatinya kepadaq, tetapi tak bisa berbohong dengan kata hatiq aq pun
merasa nyaman ketika berhadapan dengannya, dan setiap kata2 yang dia ucapkan
terasa sulit dilupakan, disini awal mula sebuah hubungan yang terjalin
diantara dua hati melalu dunia maya....
Komunikasi diantara kamipun mulai
lancar,entah itu melalui facebook, video chat,atau melalui telpon, tapi
pembicaraan diantara kami tdk melampaui batas, yang sungguh tdk dibolehkan
dalam agama islam, kami hanya saling bertukar pikiran tentang pengalamn hidup
kami, tentang pekerjaan, dan lain sebagainya, ..
Sampai suatu ketika, dia mengirim foto
dalam profil facebookq,...awalnya aq bahagia melihatnya, tapi sangat terkejut
ketika membaca keterangat foto itu “ tersenyum dalam buaian masa lalu”.. terasa
hatiq kecewa saat itu, dan entah kenapa aku menghilang danpergi dari
kehidupannya,,yach mungkin karena melihatnya dia masih terbuai dengan masa
lalunya, bahkan lebih sakit lagi ketika, q bertanya salah satu facebook yang
dia gunakan adalah facebook dari seseorang yang pernah hadir dalam hatinya,
karena bagiku, dia mampu membagi waktunya untuk orang lain termasuk kepada masa
lalunya,sementara diriq yang pernah meminta tolong untuk dibuatkan twiter saja
tak punya waktu dengan alasannya yang slalu sama yaitu sibuk.....yang pada
akhirnya kuberi gelar “manusia sibuk”...........
Hingga suatu hari aq memutuskan untuk
menghapusnya dari pertemanan facebookq yang sering q gunakan bersamanya tanpa
sepengetahuannya,, tak lama kemudia Q lihat distatusnya melalu facebookQ yang
lain,, bahwa “ dirinya sedang mencari seseorang yang memberinya gelar manusia
sibuk”..entah percaya atau tdk, namun tetap ku abaikan...bagiku tdk ada wanita
yang mampu bertahan ketika pasangannya masih terbuai dengan masa lalunya..,
lalu dia menyapaq melalui facebook yang saat itu q gunakan,, dengan
perkataan..” entah kenapa akhir2 ini kamu membuat hati ini menjerit”...awalnya
aq ragu untuk menjawabnya, tapi dia memohon penjelasan, dan rasanya tak ada
penyelesaian ketika aq hanya terdiam tanpa menjelaskan apa2...dengan nada sedih
aq menjelaskannya tentang masa lalunya??, lalu diapun menjelaskan semuanya,,dan
berjanji untuk meninggalkan masa lalunya asalkan diriq tak berubah kepadanya.
Jujur saja aq lelah dengan kesibukannya,
yang sepertinya tak ada lagi berbagi waktu denganq, tapi entah apa juga yang
membuat aq selalu mengerti dia,kadang aku berfikir untuk mundur dan melepaskannya,
tapi hatiq berkehendak lain,lagi dan lagi tetap mengerti dengan kesibukannya,
apalagi saat itu dia telah terjun dalam dunia politik sehingga, setiap waktunya
adalah pekerjaan, namun diriq selalu saja berpositif thingking dengan apapun
yang dia lakukan....
Waktu penetapan Lokasi KKN telah tiba, dan
aq ditempatkan dilokasi yang tdk jauh
tempat kuliahq, itu artinya harapanq untuk ditempatkan di daerhanya tdk ada
lagi..
Aqpun dengan segera menyampaikan kepadanya
tentang penempatan KKNq yang tdk sesuai dengan apa yang kami harapkan, dengan
nada yang agak kecewa, tetap kami ikhlaskan, dan tanpa pesimis kami mengatakan
bahwa akan ada jalan lain yang akan mempertemukan kita, ..kadang kala kami
berfikir buat apa aq bertahan dengan sebuah hubungan tanpa sesuatu yang nyata
?? tapi entah apa juga yang membuat kami selalu optimis dengan segala
kemungkinan yang ada, ....
Aqpun mulai sibuk dengan kegiatanq diposko
KKN, dan diapun sibuk dengan urusannya
dalam dunia politiknya, ....entah beberapa minggu berjalan bahkan menghampiri 1
bulan kami tak ada komunikasi sama sekali, apalagi pada saat itu aq jarang
muncul dilayar facebook, entah apa juga yg membuatq malas untuk sms ataupun
telpon, bahkan untuk peduli dengan handphonepun aq malas pada saat itu dan
begitupun dia sibuk dengan kesibukannya sendiri, ...sampai pada suatu hari
tiba2 aku teringan dengan handphoneq, ...dan bahagia rasanya ketika melihat
panggilan yang tak terjawab darinya,,,walaupun sudah beberapa jam berlalu,
dengan segera aku menghubunginya,, dan alhamdulillah saat itu diapunya
waktu.....ada rasa kangen juga diantara kami, apalagi sdh agak lama tak ada
komunikasi,,,tapi tetap pembicaraan kami tdk lain adalah pekerjaan,
..hhmmmm,,,, kadang aku terdiam mendengarnya saat bercerita, lalu dia berkata
hanya ada dua hal yang membuat orang terdiam pada saat mendengarkan cerita
seseorang, yaitu klo bukan mendengar berarti bosan, ...kadang aq bingung
mendengar ceritanya sekitar pekerjaannya, karena hal itu tdk mengarah pada
diriq,,, aku sama sekali tdk tertarikpada dunia politik sementara dia adalah
org yang terjun dalam dunia politik...namun walaupun begitu aku tetap memberikan
support untuknya, ..hanya itu yang bisa kulakukan karena dunia kami berbeda,
dan segala yang dia lakukan diluar dari kemampuanq...kadang aq bingung apa
membuat dia slalu menganggap diriq inspirator dalam kehidupannya?? .....
Pagi itu, tiba2 smsnya datang, dan
mengatakan bosan menunggu rombongan yang belum juga tiba,, lalu dengan sedikit
sinis aku membalasnya dengan mengatakan, menunggu memang membosonkan seperti
menunggu kabar darimu yang entah kapan datangnya,,,lalu dia menjawabnya dengan
sebuah kata maaf, dan rasa bersalah,,,hatiq terasa tertegur kenapa mesti aku
berkata seperti itu,, tapi itulah yang aku rasakan....selalu bersabar menunggu
kabarnya..,,,,,sejak saat itulah smsnya untukq mulai lancar, ..tetapi suatu
hari sunggu aku kaget dengan sebuah pesan darinya yang mengtakan bahwa baru
saja keluarganya meninggal lalu dia ada panggilan lagi ditempat dia bekerja,
yach....setidaknya saat berduka seperti itu lupakan kesibukan sejenak, ....tapi
itulah dia, hidupnya penuh dengan kesibukan...
Berjalan selama 2 bulan akhirnya waktu KKN
telah usai, kembali aq sibuk dengan dunia kampusq dengan mulai menyusun
skripsi, dan sedikit melupakan soal asmara.....
Suatu malam aq nginap dirumah salah seorang
teman, saat itu aku berbincang-bincang dengannya, sedikit aku bercerita tentang
dia yang selalu sibuk dengan pekerjaannya, lalu aku bertanya bagaimana
tanggapan mereka ketika dia berada diposisiq,, awalnya mereka menanggapi dengan
salah , artinya mereka menganggap bahwa dia egois dengan dirinya sendiri tanpa
memikirkan perasaanq,, tapi sedikit demi sedikit q jelaskan dengan perlahan
bahwa kesibukan nya baru berjalan sekitar beberapa bulan akhirnya mereka
memberikan masukan yang baik buat aq, dengan mengatakan bahwa, belum tentu
apayang di lakoni sekarang ini adalah hal yg akan dia lakukan selamanya, dan
memang itulah membuat aku kuat selama ini, bahwa dia sibuk karena bukan karena
kepentingan pribadinya,, hanya saja yach hati kadang menolaknya....
Sampai suatu ketika, ..kembali kami
berbicara melalui telpon,, tiba-tiba dengan nada suara yang rendah dan sedih
dia menyampaikan sesuatu kepadaq, “ dia mendapat tawaran kerja diluar kota”
tapi aku tak menanggapi kata2nya, dia terdiam dan kemudian melanjutkan
pembicaraannya, “ tapi orang tuanya tidak mengizinkannya keluar kota sebelum
dia menikah”,, “ kabar yang sungguh sangat mengejutkan buatq,, entah bagaimana
kondisi perasaanq saat itu, bahkan air mataq sempat menetes...” tapi aku tetap
berupaya menguatkan diriq, dan tetap memberinya semangat..” kamu harus yakin
ada jalan lain selain itu” sekalipun hatiq berkata lain karena itulah adat
dalam keluarganya yang memang mesti mereka lakoni..bagi mereka jika tetap dia
keluar kota sebelum menikah maka itu adalah musibah...” itulah adat kepercayaan
dalam keluarga mereka”..
Sejenak kami terdiam dalam kesunyian,,lalu
kulanjutkan dengan bercanda lagi untuk melupakan masalah yang telah kami
bicarakan tadi...walaupun hati kami masih tetap bertanya2 jalan apa yang mesti
kami lakukan untuk tetap mempertahankan perasaan kami.....dan akhirnya ku
akhiri perbincangan kami dengan ucapan “ assalamu aiakum”...
Sejak saat itu perasaanq mulai tak menentu,
setiap status yang terupdate dalam facebook, adalah kata2 galau....aku ingin
ikhlas tapi hatiq tak kuasa,,kadang kala dia menyemangatiq dengan mengatakan
yakinlah bahwa akan ada jalan lain ....kami berusaha optimis akan hal itu,,,”
Tiba suatu ketika dia kembali aktif dengan
kesibukannya, tapi akhir2 ini dia lebih banyak waktu untukq,, itu juga yang
membuatku tetap kuat, perbincangan kami difacebook kemabali lancar..sampai
suatu hari dia ada kegiatan pelatihan disuatu tempat rekreasi” pantai
Bira”..tempat yang sangat aku inginkan selama ini....sempat dengan bercandaan
dia mengajakq untuk menjadi partnernya ketika membawakan materi,, tapi itu adalah
hal yang tdk mungkin selain jauh pada saat itu aku sementara sibuk mengurus
skripsiq,,,kurang lebih 4 hari kepergiannya tanpa kabar sedikitpun,, tapi aku
bisa mengerti karena pada saat itu dia bertugas sebagai pembawa materi...
Minggu sore, sepulangnya dari pelatihan
baru aku mendapat kabar darinya,, kepulangannya dengan badan yang
lemas”..jawabq singkat..” istrahat yang cukup, lupakan sejenak kesibukannya”,
dan dengan bahagianya melihat amplop pemateri yang cukup memuaskan...,
sepanjang malam dia tetap eksis dilayar facebook,, sekalipun berkali-kali
ucapanQ menuntunnya istrahat...
Kabar yang sangat mengejutkan telah
terkirim dalam pesanQ,,” ternyata aku dikandang paksa oleh orang tuaQ”,, lalu
ku balas dengan pertanyaan maksudnya,,kataq dengan dengan sedikit tak mengerti
dengan apa yang dikatakannya.....namun tak kunjung ada jawaban lagi...dengan
segera aku mengambil handphoneq, tak terpikir lagi aku langsung
menghubunginya,,,,
Assalamu Alaikum...!!,, dengan nada yang
singkat dia menjawabnya “ waalaikum salam”...
dengan nada tergesa2..aku langsung bertanya maksud dari perkataannya tadi,
tapikembali dia menjawab bahwa segalanya diriq sudah mengerti,,sejenak aku
berfikir....dengan menarik nafas panjang akupun menjawab yach..”aku mengerti
dengan semuanya”...saat itu aku mulai menyerah dengan semuanya dan kupasrahkan
segalanya kepada tuhan...tak terasa diriku tak sanggup lagi menahan tangisq, “
lakukan sesuatu...!!!” serunya kepadaku..”, aku bisa apa??? Tak ada lagi jalan
selain mengikhlaskan semuanya...
Kami terdiam dan hanya terdengar suara
tangisq...dan tak lama kemudian aku melihat statusnya di facebook “ kamu yang
membangun cinta untukq, kamu adalah inspiratorq, lalu dengan secepat itu kau
menyerah....???,, kemudiakulanjutkan
pembicaraanq melalui telpon mesti kach aku yang disalahkan dalam hal ini,
apakah mesti aku menerobos dalamkeluarganya setelah semuanya sudah terjadi??
Sementara dia yang dekat dengan mereka saja tak bisa berbuat apa2, apalagi aku
yang begitu jauh dari mereka, lalu kenapa mesti aku yang disalahkan.....??
Lalu kemudian, kata maaf itu terucap dari
dari mulutnya, diiringi dengan tangisan dia mengucapkan “ maafkan aku yang
terlalu jujur dengan perasaanq kepadamu, maafkan aku telah jatuh cinta
kepadamu..”, aku berusaha kuat..dan kembali berkata,, sudahlah kak, itulah
takdir tuhan yang tdk mempersatukan kita, saatnyakita belajaruntukikhlas dengan
apapun yang telah terjadi dalamkehidupan kita,, sekalipun itu adalah hal yang
sulit kami lakukan namun itulah yang harus kami jalani,..
Pertanyaan yang muncul dalam benaknya
setiap saat “ yang manakah yang mesti dia pilih antara perasaan danorang
tuanya”, namun aku slalu berusa menguatkan dirinya,untuk tetap ikut dengan
orang tuanya meskipun tak sejalan dengan kata hatiq sendiri.....
Sementara saat itu undangan pernikahannya
telah tercetak dengan rapi, itu artinya waktu pernikahannyapun telah ditetapkan
sebelum ramadhan, ..tak disangka semua begitu cepat, dan semua itu tanpa
sepengetahuannya
Hari-hari kulalui tak seceria dlu lagi, aku
yang dlu ceria dalam keseharianq dikostq, sekarang mejadi pendiam dan hanya
tinggal dalam kamar mengurung diri, tanpa peduli rasa ngantuk dan
lapar,,sampai-sampai saat itu orang2pun semakin heranmelihat perubahanq yang
selalu terdiam tanpa aktivitas, hanya tertinggal dalam kamar menangis, dan
berserah dirikepada tuhan,,hanya itu yang bisa kulakukan, setiap kali
berkomunikasi dengannya , aku hanya bisa menangis....
Mendengar kabar dari seorang teman bahwa
selesai ramadhan dia akan segera menikah, kebetulan tempatnya tdk jauh dari
tempat dimana dia tinggal.dan segera kusampaikan kepadanya akan hal itu, Hingga pagi itu,” dia memutuskan segera
menghubungi wanita yang menjadi calonistrinya yang tidak lain adalah
keluarganya sendiri dan sahabatnya darikecil hingga sekarang lalu mengatakan
kepadanya bahwa dia punya seorang pacar dan dia adalah seorang perempuan yang
tak lain adalah aku dan membuat komitmen
dengannya bahwa setelah menikah “ dilarang melarang” yang artinya seorang
istrinya tdk boleh melarang setiap apa yang iyha inginlakukan dan tdk boleh
cemburu dengan siapapun iyha bersama”..jujur aku terkejut mendengar ucapannya
tapi aku yakin bahwa waktu akan merubah segalanya, karena bagaimanapun istrinya
adalah sahabatnya sendiri dan cinta itu bisa tumbuh kapan saja..”
Melihat kondisinya yang makin hari makin
hancur setiap saat ditemani dengan minuman beralkohol,,aku bingung harus
bagaimana?? Sudah berkali2 aku mengingatkannya tapi sama sekali tak
dipedulikannya, sampai pada suatu malam aku
membuat komitmen dengannya,,dia mampu menjalani semuanya dengan syarat status
diantara kami juga tak ada yang berubah dan aku harus mau menemuinya pada saat
acara pernikahan temanq yang tdk jauh dari tempat tinggalnya..awalnya aku
takingin melakukan itu, karena itu justru akan menyakiti dua wanita, yang tdk
lain adalah aku dan seseorang yang akan menjadi pendamping hidupnya, ..tapi
melihat kelakukannya yang semakin hari semakin hancur, akhirnya aku
menyetujuinya untuk menemuinya, dengan alasan darinya bahwa dia ingin
memastikan perasaanq kepadanya.
Waktu pernikahannya semakin dekat,tapi
komunikasi kami tetaplancar, kadang aku merasa berdosa,, dan diapun seperti itu
merasa serba salah..hal ini membuat kami semakin stress.. dia yang dlunya tak
mengenal ucapan “sayang”,, sekarang telah berubah menjadi orang yang begitu
manja..tapi akupun mengerti dengan perubahan yang terjadipada dirinya...sampai
suatu ketika aku memutuskan untuk tak menghubunginya lagi, dan memutuskan untuk
mengikhlaskan semuanya, tapi entah kenapa terasa sangat sulit untuk kulakukan,
tangan terasa selalu terdorang untuk menghubunginya,,
Namun kembali hati ini sakit, ketika saat
itu sdh tak ada komunikasi kami lewat facebook, dia telah sibuk dengan urusan
pernikahannya,,bahkan begitu terkejutnya aku ketika salah satu temanq membuka
facebooknya lalu terlihat ada halaman undangan pernikahannya yang telah dia
buat,..dan semakin aku kecewa dan rasa sakit itu semakin terasa, ketika
melihatnya bahwa diantara lebih dari 1000 org temannya difacebook dia undang
dalam acara pernikahannya,kecuali namaq yang tak ada dalam undangan itu..”
entah apa yang kurasakan saat itu...hanya sakit yang begitu dalam dan membuat
tangisq tak henti2nya hingga pagi tiba membuat mataq rasanya sdh tak bisa
melihat lagi.....
Dan
lagi-lagi aku kembali menghubunginya dengan maksud mempertanyakannya tentang
halaman undangan itu..namun dengan jawaban yang singkat saja dia menjawab bahwa
undangan itu bukan hasil karyanya tetapi hasil karya kakaknya yang sengaja
menggunakan facebooknya,,” sulit untuk ku percaya, tapi entahlah apa yang
membuatq selalu percaya dengan apa yang dia ucapakan sekalipun teman2qkadang
mempengaruhiq supaya aku tdk terlalu percaya dengan setiap ucapannya..” aku tau
maksud dari teman2q agar hatiq tdk terlalu sakit” tapi sulit rasanya mendengarkan
kata2 mereka, hati ini begitu percaya kepadanya...
Akhirnya, malam itu dengan kuat aku berkomitmen untuk tidak
menghubunginya lagi,, dengan perlahan aku menulis dalam pesan facebooknya..”
biar waktu yang menjawab semuanya dan biarkan cinta ini mengalir apa adanya,,
sampai kapanpun tak ada yang berubah dalam diriq setiap saat aku ada sebagai
tempat cerita dalam setiap masalah yang akan kakak hadapi nantinya”
Sejak saat itulah aku tak lagi
berkomunikasi dengannya karena hati inipun begitu yakin bahwa dia mampu
mencintai istrinya sebagaimana dia mencintai sahabatnya, apalagi dengan
kepribadiannya yang tak mampu melihat orang tersakiti” ,, dan aku sendiri mulai
kembali konsentrasi dengan dunia kampusq, agar sejenak bisa melupakan semuanya
sekalipun hati ini masih terasa sakit dan hari2q masih dipenuhi dengan air mata
namun aku yakin semua ini hany butuh waktu
, ...hingga pada suatu malam selesai nonton, terkejut ketika melihat
smsnya datang dan mengatakan” Cinta Ini
membunuhku”, jujur aku senang membaca
sms darinya,, namun dengan segera kubalas dengan ucapan singkat..” aku juga
kangen dengan kakak, tapi aku harus mampu melawan perasaan itu”,, lagi-lagi air
mataq kembali menetes, tiap kali melihat namanya dihandphone,,malam itu hanya
bisa bercerita melalui status2 galauq difacebook....
Esok harinya aku memutuskan tdk hadir lagi
dalam dunia facebook, dan memilih untuk melukiskan perasaanku lewat tulisan,
hari pernikahannyapun semakin dekat dan hati ini semakin risau dan tak menentu,
walaupun ada seseorang yang ingin menghapus air mata ini, namun perasaanq belum
mampu aku berikan kepada siapapun....
Terasa sulit menghadapi kenyataan, hanya support
dari teman2 yang kadang membuatq kuat, tapi kebersamaanq dengan mereka hanya
beberapa jam dan kemudian aku kembali ke tempatq dan kembali menikmati rasa
sakit yang tak bisa qungkapkan dalam kesendirianq,,..” Ya Allah sampai kapan
kapan semua ini berakhir?? Aku tdk sanggup slalu berpura2 kuat di depan mereka,
sementara hati ini terasa gelap, dan begitu sakit.....
Tdk terasa tinggal sehari lagi pesta
pernikahan itupun tiba, aku kini berusa menyibukkan diriq sendiri, sekalipun
tak ada kesibukanq hari itu,namun aku tetap tak henti-hentinya berjalan,
walaupun tak tahu arah dan tujuanq kemana saat itu, dan pada akhirnya ditemani
oleh salah seorang temanq, aku memutuskan untuk pergi menikmati dunia dilantai tertinggi gedung
Al-manar sambil menikmati sunset, disore hari bersama seorang temanq....awalnya
dia ragu menemaniku, dia takut aku hilaf dengan kondisi hatiq pada saat itu
yang seakan tdk menentu, tapi ku sampaiakan padanya..” aku masih bersyukur
dengan rasa sakit yang aku rasakan saat ini, dibandingkan jika aku harus pergi
dan ditempatkan di neraka jahannam”....cukup membuat hati lebih tenang dengan
hembusan angin yang sejuk ditempat itu...
Keeseokan harinya, itulah hari bahagia
baginya dan hari paling menyakitkan bagiq, dimana dia telah resmi menjadi milik
org lain melalui ucapan ijab kabul di depan penghulu dan para saksi..sementara
diriq sdh tak ada harapan lagi..” aku hanya bisa terdiam dalam tangisanq,
memperbanyak istigfar dan memohon ketenangan kepada Allah, semoga hati ini bisa
mengikhlaskannya...aku tak mampu berjalan kemanapun hari itu, aq hanya terdiam
dalam kamar kost yang sunyi, sementara semua aktivitas kampusq terbengkala....
Lalu tiba2 handponeQ berdering dan begitu
kagetnya diriq ketika melihat panggilan itu darinya, sementara hari ini hari
pernikahannya...” dalam benakku aku bertanya apa maksud dari semua ini..?? hati
ini terasa semakin tersakiti.. kembali aku
beristigfar dan memohon ketenangan..”lalu Q kirimkan Ucapan Happy
Wedding Untuknya melalui sms...semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah,
warahmah....
Akhirnya dengan komitmen yang kuat aku
memutuskan untuk tidak lagi mengenal dunia pacaran,,” aku memilih konsentrasi
dengan kuliahq yang tdk lama lagi selesai dan meraih gelar sarjanaq”...ku
biarkan nama itu tidak tergantikan, biarkan tuhan yang mengirimkan pengganti
untuknya yang akan menjadi pendamping hidupq selamanya”
Aminnnnnnnnnn...........................!!!
Hikmah....
“ mencintai seseorang itu adalah hal yang wajar karena kita memang ditakdirka
untuk saling mencintai, tapi harapan kita hanya kepada Allah yang telah
tertulis dalam Lauh mahfuzh sebelum kita diciptakan..”,,
Selesai,,!!!!