KATA
PENGANTAR
Assalamu’alaikum
Wr.Wb.,
puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Tiada daya dan kekuatan dalam
menyelesaikan tugas akhir ini kecuali dari Dia yang Maha Kuasa. Sehingga makalah ini dapat kami susun dan diselesaikan sesuai dengan apa yang diharapkan. Dalam makalah ini sa
akan dibahas tentang “ Pendidikan sebagai disiplin ilmu Makalah ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas
perkuliahan Pengantar Pendidikan. Dalam proses pendalaman materi Pengantar Pendidikan ini tentunya saya harapkan bimbingan, arahan ,
koreksi, dan saran sebagai bahan pertimbangan untuk penyempuranaan makalah ini yang jauh dari kesempurnaan.Demikian makalah ini kami buat mudah-mudahan bermanfaat dan menunjang bagimata
kuliah Pengantar Pedidikan pada khususnya dan mata kuliah lain pada umumnya.
Makassar, September 2012
Penyusun
DAFTAR
ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I
Pendahuluan………………………………………………………………..
BAB II
Pembahasan
a.
Pengertian
Pendidikan Islam………………………………….
b.
Hakikat
Pendidikan Islam……………………………………..
c.
Hakikat
Pendidikan Islam Sebagai Disiplin Ilmu…………....
d.
Prinsip-Prinsip
Pendidikan Islam Sebagai Disiplin Ilmu…....
BAB III
a.
Kesimpulan…………………………………………………….
b.
Saran……………………………………………………………
DAFTAR
PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
Islam adalah agama yang telah
disempurnakan oleh Allah SWT diturunkan kepada nabi Muhammad saw untuk
disebarkan kepada seluruh umat manusia. Islam suatu agama yang mencakup semua
aspek kehidupan manusia dan alam semesta, baik dalam ekonomi,, pembangunan dsb.
Segala aturan-aturan mengenai kehidupan manusia telah tercantum dalam Al-Quran
dan hadist.
Pada masa sekarang, masa dimana
globalisasai tidak bisa dihindari, akantetapi adanya perkembangan zaman itulah
yang harus diterima dengan caramemfilter apa yang seharusnya dipilih untuk
maslahah bersama.Belakangan ini banyak ditemukan pendidikan yang bobrok,
realita ini banyak ditemukan di wilayah kota-kota besar. Memang dalam
keilmuan nonagama bisa dikatakan unggul, akan tetapi nilai spiritual yang ada
sangatlah tidak cocok bila dikatakan sebagai seorang muslim.Pendidikan
Islam adalah salah satu cara untuk merubah pola hidupmereka. Tetapi yang
menjadi pertanyaan adalah pendidikan Islam itu seperti apa.Akankah pendidikan
merupakan jalan keluar dari permasalahan ini.Melihat kenyataan bahwa Pendidikan
Islam merupakan disiplin ilmu,maka asumsi bahwa pendidikan Islam dapat merubah
hal itu bukanlah hal yangmustahil dilakukan. Tetapi yang menjadi pertanyaan
lagi adalah mengapa pendididkan Islam sebagai disipin ilmu. Mungkin
pertanyaan-pertanyaan ini akanddijelaskan dalam makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
A.Pengertian Pendidikan Islam
Dari berbagai literatur terdapat
berbagi macam pengertian pendidikanIslam. Menurut Athiyah Al-Abrasy, pendidikan
Islam adalah mempersiapkanmanusia supaya hidup dengan sempurna dan bahagia,
mencintai tanah air, tegap jasmaninya, sempurna budi pekertinya, pola
pikirnya teratur dengan rapi, perasaannya halus, profesiaonal dalam
bekerja dan manis tutur sapanya. SedangAhmad D. Marimba memberikan pengertian
bahwa pendidikan Islam adalah bimbingan jasmani dan rohani berdasarkan
hukum-hukum islam menuju kepadaterbentuknya kepribadian utama menurut ukuran-ukuran
Islam.Sedangkan menurut Syed Muhammad Naquib Al-Attas, pendidikan adalahsuatu
proses penamaan sesuatu ke dalam diri manusia mengacu kepada metode dan sistem
penamaan secara bertahap, dan kepada manusia penerima proses dankandungan
pendidikan tersebut.
Dari definisi dan pengertian itu ada
tiga unsur yang membentuk pendidikan yaitu adanya proses, kandungan,
dan penerima. Kemudian disimpulkan lebih lanjut yaitu " sesuatu yang
secara bertahap ditanamkan kedalam diri manusia".Jadi definisi pendidikan
Islam adalah, pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan
ke dalam diri manusia, tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di
dalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan
tempat Tuhan yang tepat didalam tatanan wujud dan kepribadian. Jadi pendidikan
ini hanyalah untuk manusia saja.
B.Hakikat Pendidikan Islam
Proses pendidikan sebenarnya
telah berlangsung lama, yaitu sepanjang sejarah manusia itu sendiri, dan
seiring pula dengan perkembangan sosial budayanya. Secara umum memang
aktivitas pendidikan sudah ada sejak manusia diciptakan. .Menurut pandangan Islam, pendidikan sebagai
suatu proses yang berawal dari saat Allah sebagai Rabb al-Alamin menciptakan
alam ini. Selanjutnya tugas-tugas kependidikan itu dilimpahkan kepada Para Nabi
dan Rasul untuk mendidik manusia di muka bumi.. pendidikan, padahakikatnya
merujuk kepada Allah sebagi Murabby sekalian alam.
Sebagai
landasan pemikiran berikutnya dalam pendidikan Islamdapat dirujuk dari kata
ta’dib. Sebagai unsur rujukan dari kata ta’dib adalah haditsyang merupakan pernyataan Rasul Allah SAW.:
“Aku dididik oleh Tuhanku maka
Ia memberikanku sebaik-baik pendidikan”
C.Hakikat Pendidikan Islam Sebagai
Disiplin Ilmu
Ilmu pendidikan Islam telah memenuhi
persyaratan-persyaratan pokok sebagai suatu ilmu pengetahuan yang berdiri
sendiri.Untuk lebih menegaskan lagi bahwa ilmu pendidikan Islam
termasuk dalam disiplin ilmu, agaknya kita melihat syarat tambahan dalam
ilmu pengetahuan,yaitu:
1. suatu ilmu
pengetahuan harus mempunyai dinamika, artinya ilmupengetahuanharus senantiasa tumbuh dan
berkembang untuk mencapai kesempurnaan diri.
2. suatu ilmu
pengetahuan harus praktis, artinya ilmu pengetahuan harus bergunaatau dapat dipraktekkan untuk
kehidupan sehari-hari.
3. suatu ilmu
pengetahuan harus diabdikan untuk kesejahteraan umat manusiaIlmu pendidikan Islam dari tahun ke
tahun mengalami pertumbuhan yangsangat cepat, dikarenakan kalau ilmu pendidikan
islam itu stagnan, maka tidak akan bisa menjangkau kepada era yang semakin
modern, di mana pengetahuanIslam sangatlah sibutuhkan dan sangat urgen
sekali.Adanya pendidikan tidak hanya untuk sekali pakai, tetapi harus
diterapkandan diamalkan. Dan juga ilmu pendidikan Islam, membawa peserta didik
kepadatujuan yang lebih baik, maka tidaklah benar kalau ilmu ini membawa
kehancurankepada umat manusia.
D.
Prinsip-Prinsip Pendidikan Islam Sebagai Disiplin Ilmu
Sebagai
disiplin ilmu, pendidikan islam bertugas pokok mengilmiahkan wawasan atau
pandangan tentang kependidikan yang terdapat di dalam sumber-sumber pokoknya
dengan bantuan dari pendapat para sahabat dan ulama/ilmuwan muslim.
Dunia ilmu pengetahuan yang akademik telah menetapkan norma-norma,
syarat-syarat dan criteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu ilmu yang
ilmiah. Persyaratan keilmuwan yang ditetapkan itu nampak terlihat sekuler,
dalam arti bahwa mengilmiahkan suatu pandangan/konsep dalam banyak seginya, yang
melibatkan nilai-nilai ke-Tuhanan dipandang tidak rasional, tapi metafisik dan
tidak dapat dijadikan dasar pemikiran sistematis dan logis. Nilai-nilai
ke-Tuhanan berada di atas nilai keilmiahan dari ilmu pengetahuan. Agama adalah
bukan ilmu pengetahuan.
Sebagai suatu disiplin ilmu, pendidikan islam merupakan sekumpulan ide-ide dan
konsep-konsep intelektual yang tersusun dan diperkuat melalui pengalaman dan
pengetahuan. Jadi mengalami dan mengetahui merupakan pengokoh awal dari
konseptualisasi itu. Untuk itu Adam diajar nama-nama benda terlebih dahulu
sebagai dasar konseptual bagi pembentukan ilmu pengetahuan.
Dengan demikian maka ilmu pendidikan islam dapat dibedakan antara ilmu
pendidikan teoritis dan ilmu pendidikan praktis.
Ada tiga komponen dasar yang harus dibahas dalam teori pendidikan islam yang
pada gilirannya dapat dibuktikan validitasnya dalam operasionalisasi. Tiga
komponen dasar itu ialah:
1) Tujuan pendidikan islam harus
dirumuskan dan ditetapkan secara jelas dan sama bagi seluruh umat islam
sehingga bersifat universal. Tujuan pendidikan islam adalah azasi karena ia
sebegitu jauh menentukan corak metode dan materi pendidikan islam.
Tujuan
pendidikan islam yang universal itu telah dirumuskan dalam Seminar pendidikan
Islam se-Dunia di Islamabad pada tahun 1980 yang disepakati oleh seluruh ulama
ahli pendidikan islam dari Negara-negara islam.
2) Metode pendidikan islam yang kita
ciptakan harus berfungsi secara efektif dalam proses pencapaian tujuan
pendidikan islam itu.
3) Irama gerak yang harmonis antara
metode dan tujuan pendidikan dalam proses akan mengalami vakum bila tanpa
kehadiran nilai atau idea. Konsepsi
Al-Quran tentang ilmu pengetahuan, tidak membeda-bedakan antara ilmu
pengetahuan agama dan umum. Kedua jenis ilmu pengetahuan itu merupakan kesatuan
yang tidak dapat dipisah-pisahkan, karena semua itu adalah merupakan
manifestasi dari ilmu pengetahuan yang satu yaitu ilmu pengetahuan Allah.
Oleh karena itu dalam islam tidak dikenal adanya ilmu pengetahuan yang
religious dan non-religius (sekuler).
Pendidikan islam sebagai disiplin ilmu telah mempunyai
modal dasar yang potensial untuk dikembangkan sehingga mampu berperan dijantung
masyarakat dinamis masa kini dan mendatang. Pendidikan islam saat ini masih
berada pada garis marjinal masyarakat, belum memegang peran serta dalam proses
pembudayaan umat manusia dalam arti sepenuhnya. Untuk itu ilmu pendidikan islam
yang menjadi pedoman opersionalisasi pendidikan islam perlu dikembangkan sesuai
dengan persyaratan yang ditetapkan dalam dunia akademik yaitu:
1) Memiliki objek pembahasan yang
jelas dan khas pendidikan islami meskipun memerlukan ilmu penunjang dari yang
non-Islami.
2) Mempunyai wawasan, pandangan,
asumsi, hipotesa, serta teori dalam lingkup kependidikan islami yang
bersumberkan ajaran islam.
3) Memiliki metode analisis yang
relevan dengan kebutuhan perkembangan ilmu pendidikan yang berdasarkan islam,
beserta sistem pendekatan yang seirama dengan cocok keislaman sebagai kultur
dan revilasi.
4) Memiliki struktur keilmuan yang
sistematis mengandung totalitas yang tersusun dari komponen-komponen yang
saling mengembangkan satu sama lain yang menunjukkan kemandiriannya sebagai
ilmu yang bulat.
Oleh karena suatu ilmu yang ilmiah harus bertumpu pada
adanya teori-teori, maka teori-teori pendidikan islam juga harus memenuhi
persyaratan sebagai berikut:
1) Teori harus menetapkan adanya
hubungan antara fakta yang ada.
2) Teori harus mengembangkan sistem
klasifikasi dan struktur dari konsep-konsep.
3) Teori harus dapat mengikhtisarkan
berbagai fakta.
4) Teori harus dapat meramalkan fakta
atau kejadian-kejadi
BAB III
A.Kesimpulan
Dari
pembahasan diatas, dapat di tarik kesimpulan antara ilmu pendidikan,ilmu pengetahua,dan agama.terdapat hubungan yang sangat berkaitan. Orang yang melakukan ilmu pendidikan yang disebut sebagai “pendidik” akan sangat memerlukan ilmu
pengetahuan di mana ia melakukan proses
pendidikan, ia akan memerlukan :
1. Pengetahuan tentang dirinya
sebagai pendidik terdapat ilmu pengetahuan yang akan dididikan kepada peserta didik
2. Pengetahuan
tentang tujuan dari pada ia melakuakn pendidikan itu sendiri
3. Pengetahuan
tentang bagaimana kondisi peserta didiknya
4. Pengetahuan
tentang metode mendidik itu sendiri.dan
dengan kerja keras yang kuat dan amalan agama yang baik maka akan
memudahkan untuk mencapai tujuan yang di inginkannya.
B.
Saran
PenulIs mengharapkan kritik dan saran yang membangun untuk lebihmenyempurnakan isi makalah ini, dengan menambahkan materi
dari sumber lain. Karena penulis
merasa masih ada kekurangan dalam makalah ini.
Tiada ulasan:
Catat Ulasan